phendra. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PENYEBARAN AIDS DAN NILAI AGAMA, APA ADA HUBUNGANNYA?

Kalian pasti tahu tanggal 1 Desember adalah hari AIDS sedunia, bukannya seperti hari hari perayaan tahun baru yang di rayakan semeriah mungkin, namun pada hari AIDS sedunia ini, kita harus merasa prihatin, karena hingga kini tercatat sebanyak 18.442 kasus AIDS di Indonesia, dan kebanyakan adalah remaja.

Sangat memprihatinkan memang, para pemuda bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin bengsa ini ternyata terlibat kasus ini. jika ini di biarkan terus menerus, apa yang aka terjadi pada bangsa kita di hari nanti? hanya satu jawabannya... yaitu kehancuran! ya... bangsa yang besar ini akan mengalami kehancuran.

Lantas, apa yang mengakibatkan hal ini dapat terjadi?

Di era globalisasi ini pergaulan para remaja seakan tiada batasnya. cobalah anda pergi ke mall atau pusat kota pada malam minggu, pastinya anda tidak akan kesulitan menemui para muda-mudi yang sedang berduaan. dan kemungkinan besar mereka belum menikah alias lajang. padahal dalam agama islam pergaulan muda-mudi itu sangat di batasi, bahka hingga tata cara berbusana. kiranya untuk mencegah hal yang belakangan ini beredar, yakni perzinahan. bahkan dalam islam, adanya kontak fisik antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya sangat dilarang. anda pasti bertanya, berarti pacaran dilarang dong? ya benar pacaran memang dilarang, namun dalam agama islam terdapat istilah ta'aruf. Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan. dengan inilah para muda mudi dapat melanjutkan hingga ke pernikahan.

Lantas, jika negara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya adalah beragama islam, mengapa hal diatas terjadi? jawabannya karena para remaja kini di sibukkan oleh hal dunia. akibat globalisasi, mereka condong menerapkan cara hidup orang barat tanpa filter sedikitpun. mulai dari tata busana  bagi wanita yang kini sedang trend minimalis alias busana yang kekurangan kain hingga tata pergaulan yang cenderung bebas. bahkan ironisnya pemerintah seakan memperbolehkan hal ini khususnya perzinahan, dalam anjurannya untuk memakai alat kontrasepsi pria. padahal dalam islam jelas melarangnya.

Lalu, apa solusinya? solusinya adalah menambah kualitas keimanan para pemuda dan pemudi, melalui pengkajian ilmu ilmu agama yang di kemas semenarik mungkin. misalnya menghubungkan ilmu agama dengan dunia ilmiah. untuk para orang tua dapat mengontrol pergaulan para anaknya. bila ini dapat dilaksanakan dengan maksimal, insya Allah permasalahan di atas dapat teratasi.

dan untuk para pemuda dan pemudi penerus bangsa :"apa yang kamu lakukan hari ini, adalah apa yang akan terjadi pada dirimu, pada bangsamu, dan pada agamamu di hari esok"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar