phendra. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

INDONESIA KU KINI

"Indonesia itu Negara yang religius, masyarakat Indonesia itu masyarakat yang sangat ramah, orang orang Indonesia itu orang yang menjunjung tinggi nilai nilai kesopanan." Hal inilah yang di percaya oleh kebanyakan orang asing yang pernah berkunjung ke Negara kita.
 Tapi, kapankah kunjungan mereka itu? Puluhan tahun yang lalu? Kita harus akui, bahwa pernyataan tersebut sudah kadaluarsa. Relitasnya, mana ada sih orang indonesia yang dengan tersenyum menegur orang yang menabraknya, mana ada orang Indonesia yang menyapa irang yang tak di kenal? Khususnya orang yang telah lama hidup di perkotaan seperti Jakarta.


          Ironisnya, masyarakat Indonesia kini, telah melupakan budaya luhur yang membuat orang luar Indonesia berdecak kagum dan senantiasa memuji kita. Masih belum percaya?
Oke… kita akan bahas satu per satu.

          Yang pertama, masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang religius. Kini coba lihat, pada waktu dhuhur, coba hitung berapa banyak orang yang sedang melakukan ibadah shalat? Apa ada 100 orang? Pasti kalian geleng geleng kepala. Karena saya sudah buktikan, di daerah saya, setiap dhuhur dan maghrib, jumlah orang yang shalat di masjid tempat saya shalat tidak lebih dari 50 orang. Padahal ketika saya keluar dari masjid ada lebih dari 50 orang yang berlalu lalang ataupun sedang duduk duduk di sekitar masjid tersebut.

          Dan coba kalian hitung, berapa banyak wanita yang telah menutup aurat nya dengan baik dan benar? Yang ini saya tidak akan jawab, karena kalian sudah pasti tahu jawabannya. Pernah saya berkunjung pada suatu mal di daerah Surabaya, dan apa yang saya temui, banyak sekali perempuan yang miskin. Kenapa saya bilang miskin? Karena mereka tidak mampu membeli pakaian yang utuh. Mereka hanya mampu membeli pakaian yang setengah jadi, bahkan yang seperempat baru jadi. Sungguh malang nasib mereka!

          Yang ke dua, orang Indonesia itu orang yang sangat ramah. Benarkah? Sudah pernah dengar tentang seorang nenek yang di penjara karena mencuru beberapa buah kakao? Inikah bentuk keramahan seorang pengusaha kakao terhadap masyarakat di sekitar perkebunannya? Apa artinya sih 3 buah kakao jika di bendingkan dengan hasil puluhan hektar perkebunan kakao miliknya?

          Coba perhatikan para pengemudi angkutan umum yang ada di jalan raya? Pernah merasa geram akibat ulahnya yang ugal ugalan? Saya rasa hal ini cukup membuktikan bahwa keramahn orang Indonesia kini telah tertinggal atau bahkan tersangkut di jemuran tetangga.

          Yang ke tiga, masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai nilai kesopanan. Masih pantaskah masyarakat Indonesia menerima predikat tersebut? Mungkin pengalaman saya dapat menjadi jawabannya. Dulu ketika saya masih duduk di bangku SMP, saya tengah bersepeda di tepi jalan raya menuju rumah. Dengan santainya saya mengendarai sepeda butut saya, tiba tiba mata saya menangkap sebuah plastic es beserta es batu yang cukup besar melayang keluar dari jendela sebuah angkot. Dan tak sempat menghindar, hantaman es batu tadi mengenai tangan kanan saya dan darah pun mengucur dari jari jari tangan kanan saya. Dalam hati saya mendo’akan orang tersebut agar ia segera di bukakan pintu hatinya. Amien….


 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

ragielL mengatakan...

memang benar adanya. phie jgn semerta2 mxlahkan keadaan yng sekarang ini. qt tw bhwa perubahan dmulai dr diri qt, jd dengan kondisi demikian yng bertahan lama berarti pula diri kita belum berubah, bahkan sama sekali....
let's change from now!!!!

my space mengatakan...

bukannya menyalahkan, tapi aq cma ingin semua orang berubah dari hal-hal yang kayak di atas menjadi hal-hal yang lebih positif lage! you are right, let's change now!

Posting Komentar