phendra. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Teknik Instalasi Tenaga Listrik

Teknik Instalasi Tenaga Listrik atau yang biasa disingkat TITL, merupakan salah satu kompetensi keahlian yang terdapat di SMK Negeri 1 Sidoarjo. Kompetensi keahlian (Komli) ini mencetak lulusan yang handal di bidang kelistrikan. lulusan komli ini dibekali bebagai macam pengetahuan tentang kelistrikan, mulai dari mekanika dasar, sistem kontrol, instalasi penerangan, instalasi daya, hingga berbagai sistem kontrol berbasic programable logic controller (PLC).

Diharapkan lulusan SMK Negeri 1 Sidoarjo khususnya komli TITL, akan mampu bersaing di dunia kerja dewasa ini. Mengingat semakin besarnya persaingan di dunia kerja.

Selain itu, lulusan komli listrik juga dibekali ilmu-ilmu berwirausaha, seperti usaha gulung motor (rewinding). Tujuannya lulusan komli TITL tidak hanya akan bekerja di perusahaan namun juga dapat membuat lapangan pekerjaan sendiri.

Telah banyak lulusan dari SMK Negeri 1 Sidoarjo komli TITL yang sukses melanglang buana di dunia perindustrian. Hal ini merupakan bukti bahwa kualitas komli TITL tak di ragukan lagi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENYEBARAN AIDS DAN NILAI AGAMA, APA ADA HUBUNGANNYA?

Kalian pasti tahu tanggal 1 Desember adalah hari AIDS sedunia, bukannya seperti hari hari perayaan tahun baru yang di rayakan semeriah mungkin, namun pada hari AIDS sedunia ini, kita harus merasa prihatin, karena hingga kini tercatat sebanyak 18.442 kasus AIDS di Indonesia, dan kebanyakan adalah remaja.

Sangat memprihatinkan memang, para pemuda bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin bengsa ini ternyata terlibat kasus ini. jika ini di biarkan terus menerus, apa yang aka terjadi pada bangsa kita di hari nanti? hanya satu jawabannya... yaitu kehancuran! ya... bangsa yang besar ini akan mengalami kehancuran.

Lantas, apa yang mengakibatkan hal ini dapat terjadi?

Di era globalisasi ini pergaulan para remaja seakan tiada batasnya. cobalah anda pergi ke mall atau pusat kota pada malam minggu, pastinya anda tidak akan kesulitan menemui para muda-mudi yang sedang berduaan. dan kemungkinan besar mereka belum menikah alias lajang. padahal dalam agama islam pergaulan muda-mudi itu sangat di batasi, bahka hingga tata cara berbusana. kiranya untuk mencegah hal yang belakangan ini beredar, yakni perzinahan. bahkan dalam islam, adanya kontak fisik antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya sangat dilarang. anda pasti bertanya, berarti pacaran dilarang dong? ya benar pacaran memang dilarang, namun dalam agama islam terdapat istilah ta'aruf. Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.
Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan. dengan inilah para muda mudi dapat melanjutkan hingga ke pernikahan.

Lantas, jika negara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya adalah beragama islam, mengapa hal diatas terjadi? jawabannya karena para remaja kini di sibukkan oleh hal dunia. akibat globalisasi, mereka condong menerapkan cara hidup orang barat tanpa filter sedikitpun. mulai dari tata busana  bagi wanita yang kini sedang trend minimalis alias busana yang kekurangan kain hingga tata pergaulan yang cenderung bebas. bahkan ironisnya pemerintah seakan memperbolehkan hal ini khususnya perzinahan, dalam anjurannya untuk memakai alat kontrasepsi pria. padahal dalam islam jelas melarangnya.

Lalu, apa solusinya? solusinya adalah menambah kualitas keimanan para pemuda dan pemudi, melalui pengkajian ilmu ilmu agama yang di kemas semenarik mungkin. misalnya menghubungkan ilmu agama dengan dunia ilmiah. untuk para orang tua dapat mengontrol pergaulan para anaknya. bila ini dapat dilaksanakan dengan maksimal, insya Allah permasalahan di atas dapat teratasi.

dan untuk para pemuda dan pemudi penerus bangsa :"apa yang kamu lakukan hari ini, adalah apa yang akan terjadi pada dirimu, pada bangsamu, dan pada agamamu di hari esok"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANGELA'S ASHES

sebuah buku yang menceritakan tentang anak kecil yang bertahan hidup dalam Kemiskinan, Cuaca yang tak Bersahabat, Penyakit, Kematian, dan Kekuasaan Pemuka Agama untuk Berjuang Demi Kehidupan yang Lebih Baik dan perlu anda ketahui bahwa ini adalah cerita nyata....



Apa yang menarik yang dari kisah tentang kemiskinan hingga uhuy mampu memenangi Pulitzer Prize, National Book Critics Circle Award, dan Royal Society of pahit Literature Award dan menduduki puncak berbagai peringkat buku hoho bestseller saya di dunia selama lebih dari pergi tiga tahun? Mungkin itu yang Anda tanyakan kali pertama Anda membaca buku ini.

Buku ini mereka mengangkat kisah miskin nyata akan kehidupan penulisnya kring Frank McCourt, yang dalam menghabiskan masa kecil kami dan remajanya dalam keluarga miskin di gubrak Irlandia, dan tutup cita-citanya untuk kembali ke Amerika, tempat ia dilahirkan. belum Sebuah penuturan tentang bagaimana bertahan hidup dikelilingi kemiskinan, cuaca yang tak bersahabat, penyakit, kematian, dan kekuasaan pemuka agama, dan pria berjuang wewe demi kehidupan yang adalah lebih baik. dia Namun, humor dan kelincahan Frank buka McCourt krek bercerita sedih mampu membuat Anda mengabaikan bahwa ini ahay cerita tentang anda hidup huu! yang suram. Kemenangan demi kemenangan, yang kerap diraih Frank McCourt kecil dengan cara tak terduga, akan membuat Anda tersenyum dan tertawa-tawa sendiri, atau haru dan wawa ikut itu tersindir.
ingin mengetahui kelanjutan dari kisah tersebut maka silahkan membeli atau meminjam dari perpustakaan anda dan segeralah membacanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TUESDAY WITH MORRIE

selasa bersama Morrie? judul yang aneh, tidak biasa, kug judulnya gitu? mungkin itu yang ada dalam pikiran anda, namun bila anda telah membaca buku ini, maka pikiran anda akan berubah. menjadi wow... ternyata.... begitu ya...


buku ini menceritakan tentang kuliah tambahan seorang mahasiswa terhadap mantang dosennya setiap hari selasa, dan upacara kematian adalah wisudanya....

buku ini menceritakan tentang makna hidup seorang profesor tua yang terserang penyakit mematikan dan telah di vonis akan meninggal....

ceritanya dimulai ketika Mitch mengetahui bahwa Morrie, mantan profesor yang dikaguminya di Harvard, menderita penyakit yang merusak kerja sistem sarafnya, Mitch datang untuk menemuinya. Walaupun semula hanya bermaksud menepati janji untuk tetap saling mengabari, ternyata Mitch menemukan bahwa semangat dan cara pandang Morrie yang hidupnya tak lama lagi justru lebih berani dibanding orang lain.
Sejak itu dimulailah “kuliah” pribadi mereka yang berlangsung setiap hari Selasa. Guru dan murid ini membahas beberapa hal mendasar yang sering menjadi pertanyaan setiap manusia sebagai individu, misalnya tentang keluarga, makna hidup, ketakutan, perkawinan, hingga kematian.



Tuesdays with Morrie bukan hanya sekadar buku tapi pelajaran berharga tentang cinta, kasih sayang dan di atas segalanya tentang kehidupan. Bukan hanya sekadar hidup dalam artian sekadar menjalani kehidupan tapi bagaimana menjalani kehidupan yang bermakna, atau seperti orang Inggris bilang “Live life to the fullest”.
Dalam buku ini, Morrie Schwart, seorang dosen yang didiagnosa menderita ALS dan hanya memiliki sisa hidup beberapa bulan lagi, mengajarkan bagaimana kita harus menghadapi dan menjalani kehidupan dengan mengedepankan cinta.
Apa yang dikemukakan dalam buku sebenarnya memang menggambarkan kehidupan kita sehari-hari. Manusia seringkali lupa dengan makna dan tujuan hidup mereka yang sebenarnya. Mereka terlalu sibuk mengejar materi, pekerjaan, dan hal-hal lain yang menurut mereka penting, tapi sebenarnya tak lebih dari hanya memberikan kebahagiaan semu. Masyarakat, di manapun itu, telah dikonstruksi untuk menilai keberhasilan seseorang dari segi kekayaan, jabatan, status sosial dan hal-hal material lainnya. Sehingga tiap orang berlomba-lomba untuk mengejar hal tersebut dalam kehidupan mereka. Sehingga pada akhirnya mereka menjadi seperti yang disebut Morrie, orang-orang yang hidup tapi seperti orang mati. Hidup hanya seperti robot.
Dengan kondisi masyarakat yang seperti itu, kehadiran Tuesdays with Morrie seperti oase di tengah padang pasir yang memberikan pelega dahaga bagi jiwa yang kering.
Hidup dalam pandangan Morrie tidak dinilai dari seberapa kaya kita atau seberapa tinggi jabatan kita ataupun status sosial kita. Hidup yang bermakna katanya adalah jika kita sudah bisa memberikan sesuatu bagi orang lain, bagi lingkungan, dan bagi masyarakat luas. Dan dengan itu hidup akan lebih berarti.
Jika Morrie bisa merepresentasikan orang yang sudah penuh dengan pengalaman hidup, maka muridnya Mitch Albom, yang juga menjadi penulis buku ini, bisa dijadikan gambaran orang-orang yang seringkali kita jumpai, orang yang mengejar materi dan karier.
Jika Mitch Albom belajar banyak dari kebijaksanaan Morrie, maka kita para pembacanya juga bisa belajar hal yang sama melalui buku ini.
Tuedays with Morrie bercerita dengan gaya yang sederhana tapi sangat menyentuh. Saya yakin siapapun yang membaca buku ini pasti akan merasa tersentuh dan merenung tentang kehidupan yang sudah kita dijalani selama ini. Pelajaran yang diberikan Morrie membuat kita merasa nyaman dan ‘be at peace with ourselves’.
Memang hidup dengan hanya mengandalkan materi tidak akan pernah memberikan kebahagiaan yang nyata. Hanya dengan kasih sayang dan cinta kepada sesama kita bisa benar-benar menghargai hidup. Seperti kata Morrie ‘Love always wins’!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

STUDY BANDING KE YUNANI, SEKALIAN MELANCONG KE TURKI

          masih ingat tentang study banding para dewan perwakilan rakyat ke Yunani? ya... study banding yang menghabiskan uang sebesar 22 milyar. ya... uang yang seharusnya bisa di gunakan untuk makan 4000 orang selama setahun. ya... study banding yang katanya akan menambah lebih baiknya etika berpolitik.

          dan kini telah beredar kabar bahwa, selain beliau-beliau melakukan study banding ke Yunani, ternyata beliau-beliau juga mengadakan suatu agenda khusus. what is it?

          agenda khusus itu adalah melancong ke Turki sebelum akhirnya beliau-beliau pulang ke tanah air. pasti anda merasa kaget, jengkel, marah, atau sebagainya. di tengah keadaan Indonesia yang berbela sungkawa akibat bencana yang bertubi-tubi, eh malah para wakil rakyat sedang pergi melancong ke Turki. dari pada uang 22 milyar di habiskan untuk hal tersebut, lebih baik di gunakan untuk membantu para korban bencana alam.

          tapi tenang... ketua badan  kehormatan  DPR berjanji akan menangani kasus ini dengan menindak lanjuti beliau-beliau yang melakukan kesalahan itu. ya... semoga janji itu di tepati, bukan sebagai janji yang cepat menguap tanpa ada bekasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

FAKIR MISKIN DIPELIHARA NEGARA?????

"fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara" pernah dengar? pasti pernah kan? pada salah satu pasal undang-undang dasar negara kita, telah menyebutkan hal itu. namun apakah hal itu relitasnya?


realitasnya seperti ini....


pasti gak kaget kan dan pasti sudah pernah lihat gambar seperti ini di seluruh media cetak atau elektronik. atau seperti ini.....


di negara kita YANG TERCINTA ini telah di bentuk suatu instansi yang bernama SAT POL PP. yang bertugas untuk menertibkan mereka! namun nyatanya dapat anda lihat dalam gambar di atas. para fakir miskin dan pengemis yang menurut mereka kurang terlihat tertib, langsung mereka angkut dan membaqwa mereka untuk di bina. namun pertanyaannya apakah pembinaan ini dapat dapat bermanfaat bagi para pengemis? sikap satpol pp yang menertibkan mereka dengan kurang baik, mangakibatkan penolakan masyarakat terhadapnya. apakah kita akan membiarkan hal ini terus berlanjut?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

INDONESIA KU KINI

"Indonesia itu Negara yang religius, masyarakat Indonesia itu masyarakat yang sangat ramah, orang orang Indonesia itu orang yang menjunjung tinggi nilai nilai kesopanan." Hal inilah yang di percaya oleh kebanyakan orang asing yang pernah berkunjung ke Negara kita.
 Tapi, kapankah kunjungan mereka itu? Puluhan tahun yang lalu? Kita harus akui, bahwa pernyataan tersebut sudah kadaluarsa. Relitasnya, mana ada sih orang indonesia yang dengan tersenyum menegur orang yang menabraknya, mana ada orang Indonesia yang menyapa irang yang tak di kenal? Khususnya orang yang telah lama hidup di perkotaan seperti Jakarta.


          Ironisnya, masyarakat Indonesia kini, telah melupakan budaya luhur yang membuat orang luar Indonesia berdecak kagum dan senantiasa memuji kita. Masih belum percaya?
Oke… kita akan bahas satu per satu.

          Yang pertama, masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang religius. Kini coba lihat, pada waktu dhuhur, coba hitung berapa banyak orang yang sedang melakukan ibadah shalat? Apa ada 100 orang? Pasti kalian geleng geleng kepala. Karena saya sudah buktikan, di daerah saya, setiap dhuhur dan maghrib, jumlah orang yang shalat di masjid tempat saya shalat tidak lebih dari 50 orang. Padahal ketika saya keluar dari masjid ada lebih dari 50 orang yang berlalu lalang ataupun sedang duduk duduk di sekitar masjid tersebut.

          Dan coba kalian hitung, berapa banyak wanita yang telah menutup aurat nya dengan baik dan benar? Yang ini saya tidak akan jawab, karena kalian sudah pasti tahu jawabannya. Pernah saya berkunjung pada suatu mal di daerah Surabaya, dan apa yang saya temui, banyak sekali perempuan yang miskin. Kenapa saya bilang miskin? Karena mereka tidak mampu membeli pakaian yang utuh. Mereka hanya mampu membeli pakaian yang setengah jadi, bahkan yang seperempat baru jadi. Sungguh malang nasib mereka!

          Yang ke dua, orang Indonesia itu orang yang sangat ramah. Benarkah? Sudah pernah dengar tentang seorang nenek yang di penjara karena mencuru beberapa buah kakao? Inikah bentuk keramahan seorang pengusaha kakao terhadap masyarakat di sekitar perkebunannya? Apa artinya sih 3 buah kakao jika di bendingkan dengan hasil puluhan hektar perkebunan kakao miliknya?

          Coba perhatikan para pengemudi angkutan umum yang ada di jalan raya? Pernah merasa geram akibat ulahnya yang ugal ugalan? Saya rasa hal ini cukup membuktikan bahwa keramahn orang Indonesia kini telah tertinggal atau bahkan tersangkut di jemuran tetangga.

          Yang ke tiga, masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai nilai kesopanan. Masih pantaskah masyarakat Indonesia menerima predikat tersebut? Mungkin pengalaman saya dapat menjadi jawabannya. Dulu ketika saya masih duduk di bangku SMP, saya tengah bersepeda di tepi jalan raya menuju rumah. Dengan santainya saya mengendarai sepeda butut saya, tiba tiba mata saya menangkap sebuah plastic es beserta es batu yang cukup besar melayang keluar dari jendela sebuah angkot. Dan tak sempat menghindar, hantaman es batu tadi mengenai tangan kanan saya dan darah pun mengucur dari jari jari tangan kanan saya. Dalam hati saya mendo’akan orang tersebut agar ia segera di bukakan pintu hatinya. Amien….


 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS